• SMK NEGERI 1 TEMPILANG
  • Menuju Kebebasan Mengajar

MEMPERSIAPKAN LULUSAN SMK MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0

NOPRIANSYAH, S.Pd
Pendidik SMK Negeri 1 Tempilang

 

 

Revolusi industri jilid satu telah merubah cara kerja manusia dimana terjadinya peralihan penggunaan tenaga kerja yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis manufaktur. Perubahan yang terjadi pada manusia dalam melakukan proses produksi memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi ekonomi, sosial dan budaya di dunia. Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak besar terhadap perubahan perilaku kehidupan, sosial dan budaya manusia, teknologi industri pun semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan berkembangnya industrialisasi dan ilmu pengetahuan, produksi massal, peningkatan efesiensi dan efektifitas manufaktur, kemunculan internet dan teknologi digital.  

Revolusi industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital dan internet yang berdampak masif terhadap kehidupan manusia. Menurut Defenisi World Economic Forum,  Revolusi Industri 4.0 adalah disrupsi teknologi internet ke dalam proses produksi agar proses pengolahan barang dan jasa lebih efesien, cepat dan massal. Revolusi terkini atau Revolusi 4.0 ditandai dengan bersatunya teknologi yang memanfaatkan Internet Of Things (alat yang dapat mengirim data melalui internet) lalu disimpan dalam Big Data (Data yang terhimpun dalam jumlah sangat besar) yang kemudian di proses oleh Artificial Intelligence (kecerdasan buatan). Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) dalam kompas.com selasa (24/04/2018) menyatakan bahwa akan ada jenis pekerjaan yang hilang seiring berkembangnya revolusi industri 4.0. Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Bambang Satrio Lelono menyampaikan akan ada 57 persen pekerjaan yang ada saat ini akan tergerus oleh tenaga robot. Hal ini tentu saja sangat beralasan jika kita melihat kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua aspek kehidupan, ditambah lagi sistem otomatisasi dalam big data maupun adanya artificial intelligence atau kecerdasaan buatan memberikan suatu opsi baru bagi pelaku industri dan bisnis. Kecenderungan manusia yang terus menerus mencari cara termudah untuk beraktifitas tentunya menimbulkan konsekuensi pergerakan yang semakin cepat. Sebagai contoh saat ini bagaimana dampak disrupsi teknologi internet kedalam segala bidang kehidupan baik ekonomi, sosial, industri,  perlahan namun pasti mulai mengantikan dominasi manusia. Sesuatu yang dahulu dianggap tidak mungkin menjadi mungkin terjadi dimasa depan. Pastinya akan terjadi pergeseran perilaku komunikasi, transaksi, sosial dan bisnis menuju era digital. 

Bagaimana SMK menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dalam mempersiapkan tenaga kerja terampil? 

SMK sebagai lembaga pendidikan formal yang diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik untuk dapat berkerja dalam bidangnya masing-masing selain itu dibentuknya pendidikan kejuruan diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yangs sesuai dengan tuntutan dunia usaha maupun industri (Du/Di), memiliki kemampuan vokasi pada program keahlian yang memenuhi kompetensi dan sertifikasi yang dipersyaratkan, menjadi pusat informasi dan diseminasi bidang pendidikan teknologi dan kejuruan serta memiliki jiwa entrepreneurship. Lalu bagaimana caranya sekolah kejuruan mempersiapkan peserta didiknya untuk menghadapi laju perkembangan Industri 4.0 ? Setidaknya ada berapa hal yang mungkin bisa dilakukan oleh  SMK untuk menjawab tantang tersebut diantaranya perbaikan dalam sistem pengelolaan sekolah, Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta tentunya bagaimana mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja. 

Pertama Sistem pengelolaan sekolah. Menghadapi laju perkembangan industri tentunya sekolah harus mulai berbenah melakukan perbaikan dan peningkatan mutu sekolah salah satunya dengan memiliki sertifikat ISO 9001:2015.
ISO 9001:2015 merupakan sertifikasi penjamin sistem manajemen mutu suatu organisasi, salah satunya SMK. Sertifikasi ISO 9001:2015. sangat membantu SMK untuk memiliki manajemen mutu berstandar internasional yang menjadi salah satu penjamin kualitas input dan output sekolah. Peluang SMK dengan sertifikasi ISO 9001:2015 dalam bersaing di dunia global semakin luas, termasuk dunia internasional. Perusahaan baik nasional maupun internasional lebih melirik SMK dengan sertifikasi ISO 9001:2015 karena sudah terjamin kualitas output.  Sehingga saat ini penting untuk SMK memiliki sertifikisi ISO ISO 9001:2015 agar menjamin kualitas, baik manajemen maupun alumni yang dihasilkan. Selain itu sekolah harus melakukan penyesuaian kurikulum satuan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sehingga diharapkan adanya kesesuaian kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan industry (Du/Di). 

Kedua peningkatan kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Tidak bisa kita pungkiri bahwa salah satu indikator kunci keberhasilan pembelajaran tidak terlepas dari ketersedian tenaga pendidikan yang berkualitas. Setidaknya guru harus memiliki 4 kompetensi sekaligus yang harus dimiliki yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Sudah sepatutnya sekolah maupun pemerintah lebih memperhatikan peningkatan kualitas guru SMK diantaranya peningkatan keahlian pendidik khususnya bagi guru produktif. Minimnya guru produktif di SMK disinyalir sebagai masalah mendasar selama ini dalam upaya peningkatan mutu output SMK. Salah satu program pemerintah saat ini dilakukan melalui program keahlian ganda untuk memenuhi kekurangan guru produktif secara kuantitatif. Pemberian kesempatan pengembangan karir bagi guru untuk memperoleh sertifikat pendidik melalui kegiatan PPG yang diselenggarakan oleh LPTK dan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Pemberian kesempatan guru untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan calon accesor uji kompetensi keahlian SMK untuk mendapatkan sertifikat accesor dalam pelaksanaan ujian yang terstandarisasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melaksanakan kegiatan kemitraan sekolah bersama Du/Di  melalui pemagangan guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan industri berbasis kompetensi kerja yang sesuai dengan bidang kejuruan sekolah. Pemberdayaan dan optimalisasi fungsi MGMP sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi/pelaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas.

Ketiga mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik di sekolah yang dapat dilakukan melalui program pembelajaran dengan porsi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Pengiriman dan penempatan siswa dalam kegiatan praktik kerja industri (prakerin) ke Du/Di yang sesuai dengan kompetensi keahlianya. Pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pembelajaran yang terintegrasi melalui mata pelajaran simulasi digital diharapakan dapat mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan sekaligus menguasai perkembangan teknologi dan informasi. Menumbuhkan jiwa entrepreneur (wirausaha) pada peserta didik dengan mengoptimalkan kegiatan pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan. Terakhir bagaimana sekolah berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi. Kemampuan dalam berkomunikasi dengan orang lain menjadi faktor penunjang dalam memperbanyak dan mengembangkan skill serta menambah wawasan dalam menjawab tantangan era industry 4.0.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pendaftaran Peserta Didik Baru SMK Negeri 1 Tempilang Tahun Pelajaran 2020 /2021

Silahkan Klik Link di Bawah ini untuk Pendaftaran: https://bit.ly/FormPPDB_SMKN1TEMPILANG_2020  

14/05/2020 12:26 WIB - SMK Negeri 1 Tempilang
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN DIGITAL DI SEKOLAH

Feri Adiasto, S.Kom Guru Multimedia SMK N 1 Tempilang "Guru adalah ujung tombak generasi tunas bangsa, gurulah yang pertama mengukir akan dijadikan apa generasi muda ini". Mungkin ungka

14/09/2019 08:57 WIB - Administrator
Menjadi Siswa Kejuruan Yang Memiliki Sense Of Bussiness

Astrina Dewi Dwi W, S.Pd Guru Akuntansi SMK Negeri 1 Tempilang, Kab. Bangka Barat   Seorang siswa sekolah kejuruan sedang mencari tas sekolah dipasar dekat tempat tinggalnya. Ketik

14/09/2019 08:57 WIB - Administrator